Nilai-nilai Filosofis “Nun Walqalami wa maa yasturun” dan “Fastabiqul khairat”

Kedua motto tersebut selalu saya ingat dan menjadi landasan bagi hidup saya untuk terus berkiprah memberikan kontribusi bagi ummat, khususnya umat Islam.

kedua motto tersebut sangat sarat dengan nilai-nilai filosofis cerdas agar umat islam bisa berperan banyak dalam aktivitas sosial masyarakat. “nun wal qalami wa maa yasturun” adalah simbul dimana kita harus menjadi generasi yang certas, terampil dan bisa mewarnai fikrah umat manusia secara universal, yaitu kemaslahatan hdup di dunia dan akhirat. Artinya, seorang pribadi muslim harus bisa tampil membawa panji kebenaran, keadilan, kejujuran dalam setiap sendi kehidupan.

sedangkan motto kedua: “fastabiqul khairat” adalah simbol bahwa semua nilai-nilai kebenaran, keadilan, kejujuran dan kasih sayang serta nilai-nilai universal kemanusiaan lainnya harus dilaksanakan dengan segera. artinya berbuat baik jangan ditunda-tunda.

integrasi kedua motto tersebut, khususnya bagi para aktivis muhammadiyah harus menjelma menjadi cahaya atau sinar matahari yang membawa kehangatan, keselamatan, dan kemaslahatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Tentunya tetap dalam bingkai tauhid yang tergambar dari simbol syahadatain.

Bentuk implementasi yang lebih luas, ke depan Muhammadiyah harus bisa menjadi kekuatan yang dapat memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan ekonomi kerakyatan, politik yang bersih dan pemerintahan yang bebas KKN.

Hidup-hidupilah muhammadiyah, dan jangan sekali-kali mencari penghidupan di dalam muhammadiyah”. Artinya, muhammadiyah hanyalah sekedar sarana untuk berbuat dan wahana untuk mengadakan pebaikan dalam segala bidang. organisasi Muhammadiyah diharamkan untuk dijadikan sebagai kendaraan politik seseorang, apalagi sampai menjual nama muhammadiyah untuk kepentingan golongan tertentu…”

Pendek kata semua simbol organisasi yang ada di Muhammadiyah adalah untuk melaksanakan perubahan di pentas dunia (indonesia pada khususnya), yaitu : menyuruh berbuat baik, melarang berbuat munkar dengan tetap beriman kepada Allah.
makna ketiga syarat yang berasal dari ayat alqur’an surat al-imran tersebu, yakni: menyuruh berbuat baik/ta’muruna bil ma’ruf adalah sebagai bentuk humanisasi agar manusia kembali kepada awal hakikat diciptakan oleh Allah.

Kedua: tanhauna ‘anil munkar adalah sebagai bentuk liberalisasi, yaitu memerdekakan manusia dari jurang kesalahan, membebaskan manusia dari belenggu perikehidupan yang anti tauhid, seperti korupsi, penindasan dan tindak kesewenang-wenangan.

sedangkan ketiga, tu’minuna billah adalah sebagai bentuk transedensi, dimana segala bentuk gerakan harus bertitik tolah dari tauhid, yaitu iman kepada Allah.

Configured by Heri Ferdianto, S.Ag, M.Ag

1 Response to “Nilai-nilai Filosofis “Nun Walqalami wa maa yasturun” dan “Fastabiqul khairat””


  1. 1 masykur rauf January 21, 2010 at 2:42 am

    assalamualaikum…..
    kebetulan mas. aku juga sedang meneliti masalah nilai-nilai filosofis… siapa tahu mas punya bahan-bahan kajian mengenai itu?? mohon bantuannya… aku akan hargai betul bantuan dari mas…
    terimakasih sebelumnya..
    aku tunggu balasannya di email aku… wassalam..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




FOLLOW @kualamadu

Brighter Planet's 350 Challenge

Statistik Blog

  • 54,747 hits
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: